Garis hidup memang Tuhan yang menentukan, manusia hanya bisa berusaha. Hal itulah yang dialami dua personel Set14 band, Ari dan Barley. Keduanya kini kembali tengah menghadapi krisis ekonomi yang berat, pasca diberlakukannya kebijakan regulasi Ring Back Tone (RBT) dan Nada Sambung Pribadi (NSP) oleh BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) Oktober tahun lalu yang juga dikenal dengan sebutan 'Black October'. Ari yang memiliki nama lengkap Muhammad Ari Saputra tersebut mengisahkan, jika kondisi yang dialaminya bersama rekan-rekannya jauh lebih memprihatinkan dibandingkan sebelum mereka berangkat ke Jakarta. Terlebih dirinya dan Barley hanyalah berprofesi sebagai tukang bangunan. "Sebelum membentuk band, kami memang merupakan tukang bangunan," ujar Ari saat dihubungi melalui sambungan telepon. Saat dihubungi, Ari tengah mengerjakan sebuah bangunan di Lampung. Setelah penghasilan mereka dihantam kebijakan layanan premium, Ari mengaku sudah tidak ta...