Kalau ban ini terwujud, pengemudi mobil – bahkan juga pembalap – tidak perlu lagi pusing mengganti bila terjadi perubahan cuaca atau permukaan jalan. Misalnya dari kering ke basah. Atau di negeri empat musim, tambahannya adalah salju. Bahkan bisa pula dari on-road (aspal mulus) ke off-road (tanah atau kerikil) atau sebaliknya. Ban dengan kemampuan seperti itu disebut “ban adaptif” atau “intelligent tire”. Saat ini, ban tersebut masih dalam penelitian oleh para ilmuwan Jerman yang dipimpin oleh Detlef Riemer dari Universitas Sain Terapan di Leipiz. Kendati demikian, sudah dipamerkan Minggu lalu di Hanover Fair. Ban pintar ini mampu beradaptasi dengan permukaan jalan atau sesuai dengan kondisi cuaca. Dengan demikian, daya cengkeramnya selalu maksimum dan bisa membantu mengirit konsumsi bahan bakar pada berbagai kondisi jalan. Dikatakan pula, dengan kemampuan seperti itu, khusus untuk beberapa negara dengan salju,...