Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kehiduan anak muda

Pacaran Yang Sehat.... maksudnya..???

Pada zaman yang sekarang ini,pacaran atau nggak itu adalah sebuah pilihan.Nggak ada lagi aturan yang mengatakan bahwa remaja tuh nggak gaul kalo nggak pacaran.Eits,jangan salah mengartikan gaul ya,yang namanya gaul tuh justru orang yang percaya diri,berprestasi,tahu apa yang dia mau,dan tentu saja tahu bagaimana mengemukakan keberatan kalo dia memang nggak suka.Kalau nggak pengen pacaran,ya nggak usah pacaran.Orang pacaran tuh mesti jelas motivasinya,dan harus positif.Kalo nggak,mending nggak usah. Tapi,kalo kita mau pacaran,pastikan deh gaya pacaran kita itu masuk dalam kategori pacaran sehat.Yang namanya pacaran sehat itu bukan berarti ketika tiap kali ngapel kita mesti push-up,main basket atau senam aerobic lho ! Pacaran sehat itu berarti pacaran yang tidak "bikin penyakit".maksudnya pacaran sehat bisa dijelaskan seperti ini : =>Sehat Secara Psikologis Pacaran biasanya tujuannya untuk saling mengenal satu sama lain.Buat remaja kayak kita,pacaran biasanya identik dengan ...

Jatuh Cinta Diam-Diam

Diam, katanya emas. Jika memang begitu, harusnya orang yang jatuh cinta diam-diam praktis menjadi orang terkaya di dunia. Aku tahu! Mengapa jatuh cinta diam-diam tak kunjung membuat pelakunya kaya? Karena ‘emas’ yang di dapat karena diamnya habis digerogoti rasa penasaran dan kelelahan menebak-nebak. Sesungguhnya benak orang yang jatuh cinta diam-diam adalah benak yang paling cerewet. Dalam pikirannya, orang yang jatuh cinta diam-diam akan terus berceloteh, bertanya, dan lagi, menebak. Mungkin terlihat tak ada lelahnya. Tetapi sebenarnya tak ada yang pernah menginginkan itu, hanya saja tak ada yang kuasa ketika itu menimpa dirinya. Pertanyaan demi pertanyaan terus saja menghiasi pikiran. Aku, juga pernah jatuh cinta diam-diam. Kurang atau lebihnya, aku selalu bertanya. “Apakah dia tahu kalau aku sering memandanginya bahkan ketika dia melakukan aktivitas sekecil apa pun?” “Apa dia pernah melihatku, menyadari keberadaanku? Atau aku begitu tak nyata?” “Pernahkah sedikit saja t...