Hati manusia ibarat sebuah cermin, hal yang dipikirkan di dalam hati manusia itulah yang akan diucapkan, dan selanjutnya hal itu akan dilakukannya. Pada malam hari jika ada sesuatu yang dipikirkan, maka keesokan hari hal itu pulalah yang akan dilakukannya. Perjalanan dari suatu keberhasilan atau kegagalan karir seseorang persis sama seperti pikiran di dalam hatinya, gambaran yang sering timbul di dalam benaknya, tak lama kemudian akan terefleksi di dalam kehidupan nyata. Di dalam hati seorang kultivator (seseorang yang menempa diri dalam hal kebaikan) selalu dipenuhi dengan Sejati, Baik, Sabar, maka apapun yang diucapkan dan dilakukan akan senantiasa berprinsip pada Sejati, Baik, Sabar pula. Manusia biasa memandang nama, kepentingan, dan perasaan, sebagai kenikmatan dalam hidup, maka dari itu perkataan dan kehidupan nyata mereka senantiasa menjadikan pengejaran terhadap kenikmatan materi sebagai tujuan hidupnya. Di dalam kehidupan manusia ada sejumlah matari yang tak be...