(Pic: ulas-buku.blogspot.com) Membaca buku ini, membuka mata saya bahwa betapa beruntungnya saya hidup di Indonesia. Afrika adalah benua yang serba kekurangan, tanah yang sebagian besar tandus, musim kering yang panjang, serta penduduk yang mayoritas memiliki fanatisme kesukuan. Selalu ada kisah sedih dari Afrika, entah itu yang disebabkan oleh bencana kelaparan, wabah penyakit, ataupun perang antar-etnis. Namun selalu ada setitik embun di tengah padang pasir. Dalam buku ini, embun itu bernama William Kamkwamba. Seorang bocah Malawi miskin yang tinggal di desa kecil bernama Masitala, dekat kota Kasungu. Kekeringan dan gagal panen chimanga (jagung) di tahun 2002 yang melanda negeri itu, membuatnya terpaksa putus sekolah karena ayahnya tidak punya panen untuk dijual. Gagal panen juga sama artinya dengan bencana kelaparan. Di tahun itu, konon bencana kelaparan telah membunuh ratusan penduduk Malawi. UNICEF memperkirakan ada 46 ribu anak Malawi yang kekurangan gizi. Saat it...